Sabtu, 08 November 2014

Karna Dia Bukan Kamu

“Maaaaaaa” sambil menangis.
“Adik kenapa? Datang tiba-tiba pakai nangis segala”
“Buku ma buku adik”
“Buku yang mana? Buku apa? Adik letak dimana?”
“kemarin sih…” indah terdiam dan berfikir. “Duh ma, sepertinya tinggal di kelas. Yaampun itu buku kalo ada yang baca pasti jadi bahan gossip dikelas”

Kemudian Indah merengek dan mengambil telfon gengamnya dan mencoba untuk menghubungi temannya “Dini” yang mungkin masih berada di kampus.
“Dinnnn kamu masih di kampus nggak? Bisa minta tolong?”
“ masih sihh tapi udah di depan gerbang nih, kenapa Ndah?”
“Aku mau minta tolonh nihhh kamu mau nggak balik ke kelas dan ngambil buku yang tadi aku letak di kelas? Soalnya kalau ada yang baca bisa gawat nihh.”
“oo iya deh Ndah, Dini ke kelas dulu yaa”
“Iya Dini makasih ya Dini sayang kamu deh” “Gimana Din? Ketemu nggak?”
“Duh!! Nggak nemu nih Ndah dimana, emang tadi kamu letak dimana?”
“di laci meja aku Din, masa nggak ada sih?”
“Ndah, bukunya warna apa?biru kan?”
“iya din, ketemu?”
“Ketemu sih tapi di tasnyaaaaaa”
“tasnya? Tas siapa?”
“emmmm tasnya ituuuu, tasnya fandi.”
“Apa? Tewas aku tewass udah tenggelamkan aja adek ke laut kakkkkk”
“aku nggak berani ambil deh Ndah soalnya didalam tas, kalo diatas meja mungkin aku berani”

Dengan panic dan tergesa-gesa Indah langsung mematikan telfon dan masuk ke kamarnya.

6 tahun yang lalu, Indah seorang anak manis yang masih lugu pergi meninggalkan kota kelahirannya karena harus mengikuti orang tuanya yang harus pindah bekerja di kota lain. Saat itu umur indah masih 13 tahun. Entah mengapa “dini”, teman baik Indah pun mengalami hal yang sama. Dan mereka dipertemukan disebuah sekolah menengah pertama di ibu kota.

Mungkin bukan hal yang biasa ketika kamu berasal dari kota kecil dan harus berteman dengan teman-teman yang sudah biasa hidup di perkotaan. Indah selalu menjadi korban bullying disekolahnya karna indah selalu menggunakan dandanan yang menurut teman temannya adalah “kampungan”. Rambut yang tidak ernah digerai, kaoskaki yang panjang, rok yang panjang, dan baju yang kebesaran.

Setiap hari indah selalu menangis ketika pulang karna merasa dia tidak berdaya di sekolah itu. Namun ada seorang pria yang bernama Fandi yang berbeda dengan teman-teman lainnya. Fandi hanya sibuk dengan dunianya sendiri dan tidak pernah mau untuk bergabung dengan teman-teman lainnya.

Mungkin Fandi adalah pria idaman para wanita dengan badan sixpack dan pintar memainkan alat music. Namun sayangnya Fandi tidak pernah mau untuk memamerkan apa yang dimilikinya, ia hanya mau menampilkan apa yang dia miliki ketika ia mersa memang pantas untuk diperlihatkan.

Seminggu, dua minggu, tiga minggu dan berikutnya walaupun indah dan fandi duduk bersebelahan, namun mereka tidak pernah berbicara atau mengobrol. Namun pada suatu ketika fandi dan indah tanpa sengaja bertatapan mata dan itu membuat mereka berdua menjadi malu dan salah tingkah. Berawal dari hari itu mereka mulai saling menyapa dan berbicara.
“san, minggu depan ada undangaan nih di sekolah sebelah untuk jadi bintang tamu. Aku sih bakal nyanyi, kamu mau nggak ngiringi aku nyanyi?”
“sebenarnya sih mau ndah, tapiii”
“tapi? Tapi kenapa? Takut aku buat malu ya?”
“engg enggak kok ndah aku lusa bakal pindah ke Surabaya”
“pindah? Pindah apa? Pindah rumah?”
“nggak ndah pindah hati”
“ah kamu yang serius dongg, kan nggak mungkin kamu pindah mendadak”
“nggak mendadak kok ndah, aku udah urus surat pindah dari seminggu yang lalu”
“terus kamu nggak bilang ke aku? Kenapa? Kirain kamu udah anggap aku sahabat, ternyata nggak” indah mulai menangis.
“bukan aku nggak mau bilang ndah tapi kamu yang ngga tanggepin aku pas aku ngomong aku bakal pindah”
“kapan kamu ngomong? Masa aku nggak tanggepin? Biasanya juga kamu yang nggak tanggepin aku”
“kemarin, pas kita beli burger didepan” kemudian fandi memedang tangan indah dan memberikan sesuatu “ndah, aku mau kasih sesuatu ke kamu”.
“apa?” awalnya indah merasa bahwa fandi akan memberikan hatinya untuk indah. Dan kemudian
“nah, ini ada buku aku yang belum sempet aku pakai, kan berat kalo aku bawa ke Surabaya kamu pakai ya”
“yaelah aku sangka kamu mau kasih aku apa gitu”

            Ada 5 buku yang diberikan fandi untuk indah didalam sebuah kertas kado yang dibentuk sedemikian rupa. Di depan bungkus itu tertulis “kamu bukanya setelah aku pergi yaa. Jangan rusuhhh!!!”. entah kenapa indah mengikuti apa yang tertulis pada bungkus itu. Tepat setelah keberangkatan pesawat fandi ke Surabaya, indah angsng membuka bungkusan yang diberikan fandi. ternyata Ada 4 buku tulis biasa, dan ada 1 buku yang berwarna bitru dan didalamnya terletak sebuah surat terakhir untuk indah..

ndah maaf banget kalo aku udah buat kamu kesel belakangan ini, buat kamu capek untuk mulai nyakapi aku. Bener, nggak ada yang berni nyakapi aku sebelumnya. Buku ini kamu jaga yaa. Khusus bku ini. Ini buku kesayangan aku, memang sih cuma buku tulis biasa tapi ada yang berbeda dari buku ini. Coba deh kamu lihat di halaman pertengahan”

Indah melihat ke tengah-tengah halaman buku dan menemukan secarik kertas lagi

coba kamu lihat 5 halam berikutnya”

Di 5 halaman berikutnya indah menemukan secarik kertas lagi

kok kamu buka 5 halaman beneran? Kamu percaya sama aku? Coba deh kamu lihat halaman berikutnya”

          Tanpa panjang pikir indah membuka halaman berikutnya dan  menemukan secarik kertas beserta sebuah foto. Ternyata foto itu adalah foto sebuah box coklat dengan pita manis diatasnya. Dan  terdapat Tulisan di secarik kertas tadi

aku kasih kamu itu, maaf kalo aku jadi aneh dimata kamu. Itu udah aku letak di laci meja kamu”

Tanpa sadar, setelah pergi dari bandara, indah langsung menuju sekolahnya dan mengambil kotk yang diberikan andi. Ternyata isinya adalah sekumpulan foto-foto indah yang entah darimana diambil oleh fandi. Foto-foto itu diambil ketika indah mulai melangkahkan kaki di sekolah menengah pertama itu.

Saat itu indah bingung dan bertanya kapan fandi mengambil foto-foto itu, sedangkan mereka tidak pernah saling menyapa sampai 6 minggu setelah kedatangan indah di sekolah itu. dan fandi juga tidak pernah ketahuan saat mengambil foto-foto itu. diakhir foto-foto itu indah lagi-lagi menemukan sebuah surat

“kamu boleh tulis apapun di buku yang aku kasih ke kamu”
   
         Sejak saat itu indah meluapkan semua perasaannya di buku yang diberikan oleh fandi itu kerinduan, kesenangan, kesedihan, dan yang lain lain. dan itu terus berlangsung sampai indah berada di perguruan tinggi. Namun ada satu kesalahan indah, ia tidak memperhatikan tulisan kecil yang berada disudut bukuvyang bertuliskan nomor telepon fandi. Entah mengapa indah dan Dini terus berada ditempat yang sama sampai mereka di perguruan tinggi.

            Dini, yang melihat buku tersebut langsung tersada dengan tulisan kecil disudut buku yang bertulisakan nomor telfon fandi, dini langsung menyimpan nomor tersebut dan berfikir jika indah tau akan keberadaan nomor tersebut. Awalnya dini hanya ingin mengetahui kabar dan perkembangan kehidupan fandi selama di Surabaya, namun dari setiap pembicaraan mereka dini tidak menyangkut pautkan nama indah.

6 tahun berlalu dan tanpa sadar mereka telah menjadi mahaiswa disebuah universitas dan 6 tahun juga indah tidak mendapat kabar dari fandi. Mungkin hal yang sudah biasa ketika indah tidak mendengar kabar fandi. Namun menjadi luar biasa ketika indah bertemu dengan mama fandi di sebuah pusat perbelanjaan.

            Indah hanya berfikir bahwa mama fandi sedang liburan disana dan tidak lama. Tapi seperti biasa fandi selalu membuat kejutan-kejutan kecil. Sesampainya dirumah, indah dan dini dikejutkan dengan suara seorang pria yang menurutnya tidak asing lagi namun sudah lama tidak didengar. Ya!! Fandi yang tiba-tib ada di rumah itu.

            Tanpa disadari indah langsung memeluk fandi dan menangis “kamu pergi mendadak dan sekarang datang mendadak! Bodoh bener kamu! Kamu kira aku senang kamu datang? Kemana aja 6 tahun ini? Kamu bilang kita sahabat tapi kamu nggak pernah kasih kabar! Kamu bodoh bener ya!!”.

            Fandi tak hanya memberikan kejutan sampai disitu, ternyata fandi pindah ke universitas yang sama dan jurusan yang sama, bahkan kelas yang sama. Mungkin ini adalah awal yang baik bagi mereka.

            Keesokannya ketika dikelas, indah tanpa sengaja meninggalkan buku biru yang diberikan oleh fandi untuk indah. Bahkan fandi yang lupa dengan buku itu awalnya tidak ingin mengambilnya. Tapi fandi ingat kalau buku itu terletak tepat dimana indah duduk.  Dengan tetap tidak ingat fandi hanya mengambil buku itu dan menyimpannya.
            
          Setelah melihat Dini mencari seuatu di tempat duduk indah dan memegang tasnya, fandi sadar kalau dini sedang mencari buku itu. dini meminta buku itu namun fandi tidak memberikannya dengan dalih ia yang akan memberikannya langsung. Fandi langsung bergegas kembali ke mobilnya menuju kerumah indah. Ditengah perjalanan fandi yang lupa dengan buku itu mulai membuka lebaran buku itu satu persatu, dan membaca semua tulisan ang ada dibuku itu.

          Sesampainya dirumah indah, fandi langsung menelfon indah dan mengatakan bahwa fandi telah berada di depan rumah indah. Indah yang sudah malu karna takut kalau fandi telah membaca buku itu mengatakan bahwa dia sedang tidak dirumah dan fandi bisa meletakkannya di depan pintu rumahnya.
Keesokan harinya dikampus fandi langsung menarik indah ketaman didekat kampusnya dan berbicara serius
“kamu kenapa ndah?”
“kenapa? Kenapa apanya? Baik baik aja nih”
“kemarin kamu dirumah kan?”
“kemarin? Nggak loh kan aku pergi nemenin mama belanja”
“kamu jangan bohong. Mobil kamu dirumah kok”
“iya kan aku nemenin mama, makanya naik mobil mama”
“aku ketemu mama kemarin abis dari rumah kamu, kalo kamu nemenin mama pasti kamu ada sama mama”
“emm aku abis nemenin mama belanja aku pergi sama dini”
“kata mama kamu dirumah kok, mama pergi sendiri”
“ ah mungkin mama salah cakap it, atau kamu yang salah dengar.”
“padahal aku pengen ngomong semalam soal buku itu”
“haaa kenapa buku?”
“kamu biasa aja nggak usah kayak gitu. Kamu bener suka sama aku?”
“apaan sih kamu? Suka darimana? Kamu sok tau deh”
“aku Cuma mau bilang, aku juga saying banget sama kamu, tapi maaf sayangnya hati aku udah ada yang punya”
“udah? Siapa?” indah langsung melihatkan wajah sedih ketika mendengar kata kata itu
“orangnya nggak jauh dari sini kok  ada disekitar sini”

Indah langsung melihat sekelilingnya dan memperhatikan semua orang. Hanya ada 2 wanita di taman itu, yaitu indah dan dini yang berada di sudut taman dengan teman teman pria lainnya. Indah langsung meyakinkan dirinya bahwa wanita yang dimaksud oleh fandi adalah dirinya. Sebab hanya ada dirinya dan sahabat terbaiknya. Namun semua harapan tersebut musnah ketika indah mendengar sebuah kalimat dari fandi.
“lihat wanita yang ada di antara banyak pria di sana? Dia wanita yang selama ini sudah memenangkan hatiku”
“dini?” dan indah sangat terkejut.
“iya dia dini, selama 6 tahun kamu tanpa kabar dan dini yang selalu ada untukku dalam hal apapun”
“dini selama ini tetep contact dengan kamu? Kenapa nggak bilang ke aku?”
“mungkin bukan salah dini ketika dia lebih memperhatikan detail dari buku yang aku beri ke kamu, kamu mungkin tidak sadar dengan apa yang aku tulis di sudut buku. Namun dini menyadari itu. maaf untuk semuanya, maaf jika aku harus berkata seperti ini”
            
          Sejak saat itu indah merasa bahwa dini adalah orang yang jahat karna apa yang telah dilakukan dini padanya, namun semakin lama indah sadar bahwa dia yang salah dengan tidak memperhatikan sesuatu yang menurutnya adalah hal yang sepele. Mungkin memang ini yang terjadi jika kita tidak menggunakan kesempatan yang ada dengan baik. Bukan hanya ketika kamu sayang dengan seseorang, namun saat kamu memperjuangkan apa yang menurut kamu pantas untuk diperjuangkan.


Jumat, 24 Oktober 2014

Tugas Mata Kuliah Kreativitas: Perform Kelompok


PERFORM / PRODUK KREATIVITAS

DISUSUN OLEH:


Membuat perform atau produk hasil dari mengasah potensi kreativitas merupakan target utama dalam mata kuliah kreativitas. Kelas dibuat sedemikian menantang dan kreatif agar tidak membosankan.
A.      Teori tentang Proses Kreatif
Teori Wallas
Teori Wallas dikemukakan pada tahun 1926 dalam bukunya The Art of Thought, yang menyatakan bahwa proses kreatif meliputi empat tahap, yaitu:
1.      Persiapan, yaitu mempersiapkan diri dalam memecahkan permasala-han yang muncul.
2.      Inkubasi, yaitu tahap dimana untuk sementara waktu tidak memikirkan masalah yang muncul tersebut.
3.      Iluminasi, yaitu tahap timbulnya insight atau yang biasa disebut dengan inspirasi dan gagasan baru.
4.      Verifikasi, yaitu tahap evaluasi dimana ide atau gagasan yang ditemukan diuji kerealitasannya.
Berdasarkan penjelasan di atas, kami akan mengaitkan teori Wallas tersebut dengan kegiatan kelompok kami.
1.        Persiapan
Pada tahap ini, berbagai ide atau gagasan muncul dan berbeda-beda setiap individunya. Awalnya, ada dua ide muncul dalam kelompok kami, yaitu membuat video dan menampilkan drama.
2.        Inkubasi
Setelah berhasil menemukan beberapa ide, kami memutuskan untuk beristirahat sejenak dan membiarkan ide-ide tersebut beku sejenak, karena kami juga masih bingung pada saat itu.
3.        Iluminasi
Setelah melewati tahap inkubasi, kami memutuskan untuk berdiskusi lagi karena ternyata deadline sudah di depan mata dan harus sudah diputuskan perform atau produk apa yang harus kami munculkan untuk memenuhi syarat tugas mata kuliah kreativitas. Hingga akhirnya kami memutuskan untuk membuat produk “olahan coklat” yang sebenarnya berbeda jauh dari ide awal kami saat persiapan.
4.        Verifikasi
Tahap verifikasi berlangsung tidak lama setelah proses iluminasi, dimana ide atau gagasan yang kami sepakati diperjelas dengan membuat produk olahan coklat yaitu “membuat miniatur rumah coklat”

B.     Teori Pemecahan Masalah Menurut Shallcross
Setelah di awal tadi kami menjelaskan tentang bagaimana proses kreativitas kelompok kami berdasarkan teori Wallas, kali ini kami akan menjelaskannya dari sudut pandang teori Shallcross.
Proses Lima Tahap (Shallcross)
Teknik pemecahan masalah secara kreatif yang dikemukakan oleh Shallcross (1985) meliputi lima tahap, yaitu orientasi, persiapan, penggagasan, penilaian, dan pelaksanaan atau implementasi.
1.      Orientasi
Pada tahap ini, masalah dirumuskan atau mulai menentukan tujuan, dalam hal ini adalah karena adanya pemberian tugas dari dosen mata kuliah kreativitas tentang membuat perform dalam kelompok.
2.      Persiapan
Pada tahap persiapan, kami menghimpun semua fakta yang sudah diketahui mengenai masalah dan mulai mengumpulkan data. Karena adanya tugas dari dosen, maka kami mulai mencari ide untuk perform.
3.      Penggagasan
Pada tahap penggagasan, kami mulai menerapkan cara berpikir divergen untuk menghasilkan gagasan sementara untuk pemeca-han masalah. Pada tahap ini, mulai memikirkan konsep apa yang ingin dihadirkan dalam perform. Ada tiga ide kami, yaitu membuat video, menampilkan drama, dan membuat produk “miniatur rumah cokelat”.
4.      Penilaian
Pada tahap penilaian, kami menerapkan cara berpikir konvergen,
yaitu menyeleksi gagasan yang paling baik untuk dilaksanakan, dengan mempertimbangkan kelayakan dari setiap gagasan, yaitu dengan membuat matriks.
Matriks gagasan dan kriteria penilaian gagasan
IDE
ORIGINALITAS
WAKTU PEMBUATAN x 3
BIAYA
EKSPEKTASI
JUMLAH SKOR
PRODUK MINIATUR RUMAH COKLAT
4
4
3
4
23
BUAT FILM PENDEK
3
2
4
3
16
BUAT DRAMA
2
3
2
4
17







Ketentuan penilaian:
5 = baik sekali
4 = baik
3 = cukup baik
2 = kurang baik
1 = kurang sekali

Dari tabel tersebut, didapat hasil skor tertinggi ada pada produk “rumah coklat”

5.      Pelaksanaan atau implementasi
Tahap pelaksanaan atau implementasi merupakan tahap terakhir dalam proses pemecahan masalah secara kreatif, yang nanti akan dilaksanakan setelah UTS.

 Ilustrasi Rencana Produk



TESTIMONI
·         Ilmi Khoir Purba:
Awalnya kelompok kami memiliki beberapa rencana untuk performa kami. Namun akhirnya kami memilih membuat produk yang bahan utamanya adalah coklat. Coklat ini kami bentuk menjadi bentuk rumah (rumah coklat). Ide membuat rumah coklat menurut saya menarik. Itu karena saya juga menyukai coklat. Biasanya saya hanya mengetahui coklat batang saja. Rumah coklat akan menjadi inovasi yang berbeda.
·         Arifa Ulia Bahri
Saya menyukai yang namanya coklat, semua yang bertemakan coklat. Warna, baju, sepatu, tas, handuk desain kamar seperti lemari, karpet, apalagi makanan bercoklat, menjadi hal yang saya kagumi.  Melalui kerjasama bersama kelompok, saya ingin merasakan bagaimana membuat sendiri bahan coklat menjadi satu produk yang bisa kemungkinan akan lebih saya kagumi dan bisa dibanggakan, tentunya bisa dimakan juga..  semoga kita berhasil ya teman-teman sekelompokku!!!
·         Alifia Ridha Pratiwi
Saya sangat menyukai coklat dan berbagai produk olahan coklat. Saya juga sering membuatnya sendiri. Dulu, ketika saya masih SMP dan SMA, saya rajin sekali membuat praline (coklat yang dicetak dengan berbagai bentuk dan rasa). Mengolah coklat secara berbeda menjadi tantangan untuk saya dan kelompok saya dan kedengarannya “rumah coklat” menarik sekali untuk dicoba
·         Dinda Sundari
Coklat? Coklat itu sama dengan obat badmood. Kenapa obat? Karena biasanya kalo lagi badmood pasti nyari makanan yang mengandung coklat. Niatnya sih buat balikin mood yang lagi jelek. Pokoknya suka banget deh sama yang namanya coklat. Gak kebayang kalo sampe punya rumah dari coklat. Mungkin bisa habis deh itu rumah. Dan untuk sementara, miniaturnya juga boleh untuk dicoba J
·         Syafira Hairy Sani
Saya suka banget coklat. Coklat itu penghilang badmood yang ampuh. Bisa-bisa habis satu karton coklat kalo gak di-stop. Intinya gak pernah bosen makan coklat. Siapa sih yang bosen makan coklat? Yang aku tahu coklat itu kalo gak batangan ya yang dicetak-cetak bentuk macem-macem itu lho. Kalo miniatur rumah coklat… pernah sih liat di google, tapi belum pernah liat aslinya. Seandainya miniatur itu dibuat sendiri, pasti keren banget!

Rabu, 01 Oktober 2014

Pelajaran yang dapat dipetik dari mata kuliah kreativitas kamis 25 September 2014



               hai semuanyaaaaaa!!! sudah lama saya tidak memposting di blog saya haha:D kali ini saya mau berbagi cerita sedikit mengenai pengalaman yang saya dapatkan ketika saya mengikuti mata kuliah kreativitas pada kamis 25 September 2014. begini ceritanyaaaaaaaa
              
              Kreativitas pada hakikatnya adalah milik setiap individu dan berbeda kapasitas serta spesifikasinya. Ada seseorang yang kreativitas di bidang seni, ada yang di bidang olahraga, ada yang di bidang pendidikan, ataupun di bidang lainnya. Kreativitas yang dimiliki oleh semua orang tidaklah dapat disalurkan atau dikeluarkan. Ada kreativitas yang langsung dapat dikembangkan tanpa hambatan namun tak sedikit juga kreativitas yang tidak dapat berkembang hanya dikarenakan hambatan yang menghalanginya.
            Ada banyak hambatan yang dapat menghambat perkembangan kreativitas, misalnya hambatan lingkungan, hambatan psikologis, hambatan historis, hambatan fisiologis dan hambatan lain-lain. Saya adalah salah satu orang yang mengalami hambatan dalam mengembangkan kreativitas. Saya merasa saya memiliki sebuah kreativitas dalam bidang seni. Terkhusus adalah bidang menari. Saya suddah menari sejak saya duduk di taman kanak kanak. Saya terus melatih kemampuan saya hingga saya kelas 3 SMP.
           Saya menari tradisional hingga modern. Menarikan ulang ataupun membuat kreasi tarian tersendiri, dan menari untuk diri sendiri ataupun membantu adik adik tetangga saya dalam hal menari. Namun seiringnya waktu badan saya semakin tidak ideal dan semakin gendut. Sekitar saya mulai mengeluarkan komentar bahwasannya penari itu bertubuh ideal, cantik, dan bertubuh sexy. Sedangkan saya adalah anak perempuan yang tidak cantik, tidak sexy, dan bertubuh gendut. Semakin lama saya merasa semakin tersingkir dengan anggapan orang- orang. Sehingga ketika minder saya sudah pada puncaknya, saya memutuskan untuk tidak menari lagi didepan umum, kecuali jika saya yang diminta untuk membantu pembuatan koreo ataupun pembuatan yel-yel. Saya hanya berlatih dirumah dan dikamar saya. Walaupun tetap tidak dimuka umum, namun saya tetap melatih kemampuan menari saya.

           Hingga akhirnya ketika mata kuliah kreativitas yang dibawakan oleh Ibu Dina, saya merasakan bahwa saya mendapat motivasi lagi untuk meneruskan kreativitas saya dalam bidang menari. Awalnya saya malu untuk sharing dengan Buk Dina, sehingga dikelas saya hanya mendengarkan apa yang dikatakan teman – teman saya, kemudian setiap sharing yang dilakukan oleh teman- teman saya Buk Dina selalu berkata “teruskan mimpi kalian, mimpi itu penting”. Buk Dina seolah olah memberikan saya spirit bahwasannya saya tidak boleh malu atau hanya stop disini. Dengan menari sendiri tanpa mengeksplor kemampuan saya.
      Sebenarnya saya mulai merubah pandangan saya dengan mencoba sesuatu yang beda dari Fira sebelumnya. Yang sebelumnya saya di SMA hanya focus pada Paskibrasa yang mengembangkan kreativitas teknik dan organisasi, sekarang di semester 3 ini saya mulai mengembangkan kreativitas seni saya lagi. Walaupun bukan hanya sekedar menari tapi saya mencoba masuk ke Marching Band Universitas Sumatera Utara. Yaa memang saya mencoba mengeksplor kemapuan seni saya dibidang alat music. Dan saya akan teus berlatih hingga saya mencapai mimpi saya. Yaitu membuat sanggar kesenian J terimakasih Buk Dina atas support yang telah diberikan kepada saya dan teman teman yang dapat mengikuti mata kuliah kreativitas.

Jumat, 20 Juni 2014

pendekatan sigmund freud

Pendekatan Psikoanalisis
Sigmund Freud
A.    Dinamika Kepribadian (Instincts)
            Insting merupakan elemen dasar dari kepribadian, dorongan motivasi yang mendorong perilaku yang menentukan arah tingkah laku itu. Insting merupakan energi fisiologis yang berhubungan dengan kebutuhan tubuh dan pengharapan pikiran.
            Perwujudan psikologisnya disebut hasrat, sedangkan rangsangan jasmaniahnya darimana hasrat itu muncul disebut dengan kebutuhan. Jadi, keadaan lapar dapat digambarkan secara fisiologis sebagai keadaan kekurangan makanan pada jaringan-jaringan tubuh, sedangkan secar psikologis diwujudkan dalam bentuk hasrat akan makanan. Dorongan itu berfungsi sebagai motif bagi itngkah laku sedangkan insting menjalankan control selektif terhadap tingkah laku.
            Suatu insting mempunyai 4 ciri khas, yakni: sumber, tujuan, objek, dan impetus. Sebagai sumber dari insting ialah kondisi jasmaniah atau kebutuhan. Tujuannya ialah untuk menghilangkan perangsangan jasmaniah. Tujuan dari insting lapar, ialah menghilangkan kekurangan makanan. Seluruh kegiatan yang menjembatani antara munculnya suatu hasrat dan pemenuhannya termasuk dalam objek. Objek tidak hanya terbatas pada  benda atau kondisi tertentu, tetapi juga seluruh tingkah laku yang berfungsi untuk mendapatkan benda atau kondisi yang diperlukan. Impetus insting adalah daya atau kekuatan yang ditimbulkan oleh intensitas kebutuhan yang mendasarinya. Insting juga disebut konservatif karena tujuannya adalah mempertahankan keseimbangan organisme dengan menghilangkan perasaan-perasaan yang mengganggu.
            Teori Freud tentang motifasi secara kokoh didasari pada asumsi bahwa insting-insting adalah satu-satunya sumber energi bagi tingkah laku manusia. Freud mengklasifikasikan insting menjadi 2 kategori, yaitu:
1.      Insting Kehidupan (Life Instinct)
    • Insting-insting hidup menjamin tujuan mempertahankan hidup individu dan memuaskan kebutuhan seperti makanan, minuman, dan seks.
    • Bentuk energi yang dipakai oleh insting hidup disebut Libido.
    • Insting hidup yang paling ditekankan oleh Freud adalah tentang seks. Ada sejumlah kebutuhan jasmaniah berlainan yang membangkitkan hasrat-hasrat erotik. Masing-masing hasrat bersumber pada bagian tubuh tertentu yan disebut dengan daerah-daerah erogen. Daerah erogen yang dimaksud adalah bibir dan rongga mulut, dubur dan organ-organ seks.
2.      Insting Kematian (Death Instinct)
§  Salah satu derivatif penting insting-insting mati adalah dorongan-dorongan agresi. Insting kematian adalah dorongan ketidaksadaran untuk merusak, menghancurkan dan melakukan tindakan agresi.
§  Insting kematian melaksanakan tugasnya secara lebih tersembunyi dibandingkan insting hidup. Secara spesifik Freud mengasumsikan bahwa orang mempunyai hasrat yang  biasanya tidak disadari untuk mati. Perang dunia pertama (1914-1948) menjadikan Freud yakin bahwa agresi sama bersimaharajalelanya dengan seks.
B.     Struktur Kepribadian
            Id merupakan system kepribadian yang dasar/asli. Id berisikan segala sesuatu yang secara psikologis diwariskan dan telah ada sejak lahir, termasuk insting-insting. Id tidak bisa menanggulangi peningkatan energi yang dialaminya sebagai keadaan-keadaan tegangan yang tidak menyenangkan. Karena itu, apabila tingkat tegangan organisme meningkat maka id akan bekerja sedemikian rupa untuk segera menghentikan tegangan dan mengembalikan organisme pada tingkat energi rendah dan konstan serta menyenangkan. Prinsip reduksi tegangan yang merupakan ciri kerja ini disebut prinsip kenikmatan (pleasure principles), di mana prinsip kesenangan tersebut bertujuan untuk mencapai kepuasan dan menghindari ketidakpuasan.
Id memiliki dua proses yaitu:
1.      Tindakan Refleks
Tindakan-tindakan refleks adalah reaksi-reaksi otomatik dan bawaan seperti bersin dan berkedip, yang mampu melahirkan kepuasan / rangsangan sederhana dengan dan secara cepat.
2.      Proses primer
Mencakup suatu reaksi psikologis yang sedikit lebih rumit atau kompleks. Ia berusaha menghentikan tegangan dengan membentuk khayalan tentang obyek yang dapat menghilangkan tegangan tersebut. Contoh proses primer yang paling baik pada orang normal ialah mimpi di malam hari, yang diyakini oleh Freud sebagai pengungkapan atas usaha pemenuhan suatu hasrat. Juga khayalan tentang makan apabila sedang lapar.
2. EGO
Ego timbul karena kebutuhan-kebutuhan organisme memerlukan transaksi-transaksi yang sesuai dengan dunia kenyataan obyektif. Perbedaan pokok antara id dan ego ialah bahwa id hanya mengenal kenyataan subyektif jiwa, sedangkan ego membedakan antara hal-hal yang terdapat dalam batin dan hal-hal yang terdapat dalam dunia luar. Ego mengikuti prinsip kenyataan dan beroperasi menurut proses sekunder. Proses sekunder adalah berfikir realistic. Dimana ego menyususn rencana untuk memuaskan kebutuhan dan kemudian menguji rencan ini, biasanya melalui suatu tindakan untuk melihat apakah rencana itu berhasil atau tidak. Tujuan prinsip kenyataan adalah mencegah terjadinya tegangan sampai ditemukan suatu obyek yang cocok untuk pemuasan kebutuhan.Ego disebut eksekutif kepribadian karena ego mengontrol pintu-pintu kearah tindakan, memilih segi-segi lingkungan kemana ia akan memberikan respond an memutuskan insting-insting manakah yang akan dipuaskan dan bagaimana caranya.
3. SUPEREGO
Superego adalah perwujudan internal dari nilai-nilai dan cita-cita tradisional masyarakat sebagaimana yang diterangkan orang tua kepada anak dan dilaksanakan dengan cara memberinya hadiah-hadiah atau hukuman-hukuman. Superego adalah wewenang moral dari kepribadian. Superego sebagai wasit tingkah laku yang diinternalisasikan, berkembang dengan memberikan respon terhadap hadiah-hadiah dan hukuman-hukuman yang diberikan orang tua.
Dua sub sistem dari superego:
1.      Reward     : perasaan bangga untuk mencapai perilaku sesuai ego ideal.
2.      Punishment: perasaan bersalah karena tertbentu perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai.
Fungsi-fungsi superego adalah:
1.      Merintangi impuls-impuls id, terutama impuls-impuls seksual dan agresif, karena impuls-impuls inilah yang penyataannya sangat dikutuk oleh masyarakat.
2.      Mendorong ego untuk menggantikan tujuan-tujuan realistis dengan tujuan-tujuan moralisitis.
3.      Mengajar kesempurnaan, jadi superego cenderung untuk menentang baik id maupun ego dan membuat dunia menurut gambarannya sendiri.
Akan tetapi superego sama seperti id bersifat tidak rasional dan sama seperti ego, superego melaksanakan kontrol atas insting-insting.
Pertahanan Terhadap Kecemasan
            Kecemasan merupakan sinyal akan hadirnya bahaya, sebuah ancaman terhadap ego, yang harus dihadapi atau dihindari. Ego harus mengurangi konflik antara kebutuhan akan id dengan aturan-aturan masyarakat atau superego. Menurut Freud, konflik ini akan selalu ada karena insting-insting selalu menekan untuk dipuaskan dan larangan dari masyarakat selalu membatasi pemuasannya.
            Freud merumuskan beberapa mekanisme pertahanan dan mencatat bahwa kita jarang sekali hanya menggunakan satu; seringkali kita mempertahankan dirir kita sendiri terhadap kecemasan dengan menggunakan beberapa diantaranya pada saat yang sama. Meskipun mekanisme pertahanan sangat beragam, mereka memiliki dua karakteristik: (1) berupa penyangkalan atau penyimpangan terhadap realita-bagian yang penting, (2) bekerja secara tidak sadar.

Ø  Represi
Freud menjelaskan bahwa represi merupakan pemindahan sesuatu secara tidak sengaja dari kesadaran.
Ø  Denial (penyangkalan)
Mekanisme pertahanan dari penyangkalan berhubungan dengan represi dan melibatkan penolakan keberadaan dari beberapa ancaman external atau peristiwa traumatis yang telah terjadi.
Ø  Reaksi formasi
Suatu mekanisme pertahana terhadap impuls yang mengganggu adalah dengan secara aktif mengekspresikan impuls yang berlawana.
Ø  Proyeksi
Cara lain di dalam bertahan terhadap impuls yang mengganggu adalah dengan mengatribusikannya terhadap orang lain. Mekanisme pertahanan diri ini disebut dengan proyeksi. Bergairah, agresif, atau impuls-impuls yang tidak dapat diterima lainnya lebih dilihat oleh orang lain, bukan oleh diri sendiri.
Ø  Regresi
Dalam regresi bentuk lain dari pertahanan, orang itu mundur atau kembali ke periode hidup yang lebih menyenangkan dan bebas dari frustrasi dan kecemasan
Ø  Rasionalisasi
Rasionalisasi adalah mekanisme pertahanan yang melibatkan penginterpretasian perilaku kita sendiri untuk membuatnya lebih rasional dan dapat diterima.
Ø  Displacement
Jika sebuah obyek yang memuaskan impuls id tidak tersedia, maka orang itu mengalihkan impuls itu kepada orang lain. Ini dikenal dengan displacement.
Ø  Sublimasi
Jika displacement melibatkan pencarian obyek pengganti untuk memuaskan impuls id, sublimasi melibatkan penyimpangan impuls id. Energi insting diubah kepada bentuk ekspresi yang lain, yang dapat dierima dan dihargai.